10 Tips untuk Mengajarkan Pemecahan Masalah (Problem Solving)*

“Hal paling buruk yang dapat terjadi di kelas adalah menghabiskan waktu bersama-sama siswa di kelas tanpa ada pertanyaan. Itu mungkin berarti dua hal: pertama, mungkin siswa sudah mengerti, kedua, justru siswa tidak mengerti sama sekali apa yang sudah dibahas.”Dr. Umran Inan

Di bawah ini, saya mencoba menyajikan sebuah tulisan bagi Anda bagaimana mengatasi permasalah seperti yang diutarakan Inan di atas.  Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari Teaching at Stanford: An Introductory Handbook for Faculty, Academic Staff/Teaching, and Teaching Assistants, 1989. Adaptation by Nancy Plooster, TA Development Program; University of California, Santa Barbara, 1997.

  • Mencoba untuk memulai setiap pembahasan dengan mengatur sebuah permasalahan lalu menjelaskannya kenapa permasalahan tersebut penting dan menarik untuk dibahas
  • Dari pada bertanya pada siswa untuk mengingat sebuah rumus atau formula, lebih baik ajarkan mereka bagaimana cara memperoleh rumus atau formula tersebut dan mengidentifikasinya per bagian.
  • Coba pendekatan setahap demi setahap untuk menyelesaikan masalah.  Ajukan sedikit pertanyaan selama di kelas sehingga siswa dapat melihat bagaimana solusi tersebut dikalkulasikan dan dapat menghadapi pertanyaan yang sama dengan strategi yang sama pula.
  • Dorong siswa untuk membayangkan langkah-langkah memecahkan masalah sebelum memulai suatu pekerjaan bersama-sama.  Cara ini meningkatkan kemampuan siswa untuk lebih siap dan mendorong mereka untuk lebih aktif lagi mengembangkan wawasan mereka.
  • Ketika Anda memanggil para siswa, coba tanyakan pada mereka untuk mengajukan usul cara memecahkan permasalahan daripada bertanya tentang solusi dari permasalahan tersebut. Misalnya, Tanya “bagaimana seharusnya saya memulai menyelesaikan masalah ini?” daripada “Apa jawaban kalian untuk permasalahan ini?”
  • Dorong pertanyaan dari kelas itu sendiri lalu hindari menjawab secara langsung.  Pastikan semua siswa mendengar dan memahami pertanyaan yang diajukan lalu mulai jawab pertanyaan tersebut.
  • Jika Anda memelihara tingkat interaksi yang tinggi dari siswa di kelas, mereka akan semakin antusias untuk mengajukan pertanyaan.  Pada awal-awal belajar di kelas, para siswa didorong untuk berbicara.
  • Coba pecahkan masalah dalam dua cara yang berbeda.  Hal ini memberi siswa sebuah pilihan bagaimana cara terbaik untuk menghadapi sebuah masalah, dan termasuk menghindari kesalahn.
  • Untuk membantu siswa belajar memformulasikan sebuah masalah sebaik menemukan jawaban atas masalah tersebut, arahkan siswa pada situasi tertentu atau desain masalah sedemikian rupa, lalu dorong mereka untuk mengembangkan pertanyaan bagi diri mereka sendiri.
  • Sebelum berlanjut ke materi selanjutnya, coba tanyakan pada siswa sebuah pertanyaan yang spesifik tentang permasalahan yang mewakili sebuah tes untuk dipelajari.  Karena para siswa pasti akan  menghindari pertanyaan umum seperti “Apakah semuanya sudah mengerti?”  Sebuah pertanyaan yang spesifik akan membantu Anda untuk menentukan bagaimana baiknya para siswa belajar suatu materi pelajaran tertentu.
  • * Diterjemahkan oleh Fifit Ramdhan Nugraha

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: